Niat hati ingin bekam kepala seperti yg pernah kulakukan beberapa tahun yang lalu. Segala persiapan dah kulakukan, termasuk memangkas botak seluruh rambut yg ada di kepalaku. Sebelumnya memang aku janjian ma tukang bekam-nya, dan memang dia bilang sebaiknya rambutku dipangkas botak dulu sebelum ketemu beliau. Akhirnya, aku pergi ke pangkas rambut banci pria dan membiarkan rambut iklan shampo ku dipangkas habis. Pas aku bilang ke tukang cukurnya, “Mas, botak mas”, si tukang cukur nampaknya agak tersenyum memancarkan kelegaan hati karna kliennya yg satu ini tidak akan membuatnya sibuk dan terlalu lama mengurusi model rambut tertentu.
Kurang dari 15 menit semua selesai dan licin. Aku cuma tersenyum agak lebar di depan cermin tempat pangkas rambut itu melihat diriku yg sedikit lebih tampan berbeda dari sebelumnya. Lalu, dengan pede-nya aku keluar [tak lupa membayar] dan menuju Jalan Malioboro ke rumah sang tukang bekam. Continue reading ‘“Tong Sam Chong” bukan “Tong Sam Pah”’










Recent Comments