Archive for the 'etika dan manajemen' Category

16
Dec
10

Apa kata mereka…

Aktivitas menumpuk beberapa hari ini membuat ku kewalahan. Beberapa di antaranya memberikan kesan yg kurang enak. Memang setiap hal punya sisi baik dan buruk. Diri kita sendiri yang akan mampu menentukan dan memilah baik buruk itu. Mungkin aku perlu semangat untuk lebih siap dan bisa menghadapi kegiatan yang lebih banyak dari biasanya. Apalagi yg namanya manusia, memang tempatnya bersalah dan lemah. Pun, dirikita juga yg harus bisa menyiapkan tameng agar bisa terlindung dari kesalahan dan jauh dari kelemahan. Ini semua motivasi buat aku. Sobat blogger semua mohon doa dan dukungannya yaw..

Setelah sekian lama hiatus, ternyata memang banyak hal yg terjadi pada diri ku, dan memang hal-hal itu belum aku share disini. Pengembangan katalis konverter adalah tulisan terakhir ku sesaat sebelum aku hiatus saat itu. Waktu itu aku masih sibuk dengan urusan kampus, membantu beberapa proyek penelitian dosen ku. Tapi saat itu,  diwaktu yg sama aku juga melamar wanita part time job untuk menjadi instruktur bahasa Inggris disalah satu lembaga pendidikan bahasa Inggris di Jogja yg sebelumnya aku sendiri ikut les di lembaga tersebut, dan sempat meraih predikat the best student di kelas ku [bukan promosi lho :) ]. Jadi instruktur bahasa Inggris ini bagi ku hanya punya tiga tujuan, biar ga lupa ma bahasa Inggrisnya, bagi-bagi ilmu dan cari duit tambahan :D . Sampe akhirnya saat ini pun aku masih menekuni profesi itu. Happy, banyak teman dan pengalaman. Salah satu pengalamannya, lagi-lagi aku meraih predikat the best, tapi kali ini bukan sebagai student, tp sebagai the best instructor [ini juga bukan promosi :D ]. Penuh haru saat itu, senang, riang gembira [stop fachri, terlalu banyak..!] entah setan makhluk apa yg merasuki para member [baca : student] saat itu sehingga kebanyakan dari mereka memilih ku jadi the best instructor of the month. Terimakasih atas kepercayaan kalian. Alhamdulillah, semua berkat petunjuk-Nya. Tapi sob, semua predikat itu tidak menjamin apa-apa. Kita tetap manusia biasa tempatnya bersalah dan lemah. Maha Mulia Allah hanya Dialah yang boleh sombong. Continue reading ‘Apa kata mereka…’

12
Jan
09

demonstrasi bukan jihad

Seiring dengan semakin maraknya gencaran senjata yg memburu warga kaum muslimin Palestina, berbagai ormas di berbagai negara pun ikut menyuarakan penolakan dan pemberontakan mereka terhadap aksi tentara setan zeonis dan salibis di Palestine. Termasuk di dalamnya Indonesia yg merupakan negara berpenduduk muslim terbesar di dunia. Sehingga banyak di lihat aksi para pembela muslim Palestine yang direalisasikan melalui berbagai aksi penolakan, seperti demontrasi, sehingga tidak bisa dibedakan lagi mana aksi kampanye pemilu dan mana aksi pembelaan kaum muslimin Palestine karna semuanya dilakukan dengan cara yg sama, yaitu demonstrasi.

Memang tidak salah lagi bahwa demo-demo itu ialah dimaksudkan sebagai tindak solidaritas kaum muslimin Indonesia terhadap pembantaian massal muslim di Palestine. Namun terkadang aksi solidaritas ini tidak sesuai dengan apa yg mereka suarakan, artinya ada ketidaksesuaian antara niatan baik dengan tuntunan syariat yang ada. Sedangkan dalam aksi demonstrasi itu disuarakan,”jihad..!!jihad…!!” tanpa memahami apa sebenarnya yg dimaksudkan dengan jihad itu sendiri. Jadilah yg berteriak-berteriak itu setelah ia pulang dari aksi demo kembali lagi dengan aktivitasnya di rumah dan lupa dengan penderitaan kaum muslimin di Palestine karna mereka menganggap bahwa aksi demo yg baru saja mereka lakukan itu adalah jihad. Kenapa demikian? karna sekali lagi itulah arti jihad yg mereka sanjung yang notabene akan memeberikan sumbangsih keringanan penderiataan kaum muslimin Palestine. Bagaimana bisa teriakan jihad yg hanya sebatas di ujung lidah dapat meringankan penderiaan kaum muslimin Palestine? Itulah realita, kita terlalu banyak berbicara tapi sedikit bertindak, sedangkan pembicaraan itu belum tentu memberikan hasil apa-apa. Continue reading ‘demonstrasi bukan jihad’

10
Nov
08

lampu sein tradisional

lampuAneh tapi nyata, fenomena orang zaman sekarang. Zaman modern tapi masih pakai cara tradisional. Banyak kita jumpai saat ini para pengendara sepeda motor ketika hendak belok (di cabang, pertigaan atau perempatan) mereka melambaikan tangan mereka ke arah belokan yg mereka kehendaki.

Pengendara motor hendaknya mengetahui fungsi dua lampu berwarna kuning yang mengapit lampu rem di belakang dan lampu bagian depan, ialah lampu sein yang berfungsi memberi tanda si pengendara hendaknya ingin belok kemana. Namun kenyataanya, orang lebih memilih kembali ke zaman dimana belum adanya motor waktu itu. Hal kecil tapi berbahaya jika di langgar. Itu pula penyebab beberapa kecelakaan. Pengendara lain yg ada di belakang terkejut dengan belokan tiba-tiba pengendara di depannya yg hanya melambaikan tangan saat hendak belok, yang menyebabkan orang di belakang hilang kendali. Na’udzubillah min dzalik. Continue reading ‘lampu sein tradisional’

20
Oct
08

mulai dari hal kecil dulu

Waktu itu aq lagi dalam perjalanan pulang ke Jogja naik bis AKAP. Kebetulan sebelum berangkat aq beli air mineral untuk di jalan kalau haus. Baru beberapa saat bis jalan tiba-tiba aq ingin minum. Maklum iklim di daerahku panas sekali, dari sejak siang aq mempersiapkan barang-barang bawaan, jadi capek skalli sehingga banyak keluar keringat, alias dehidrasi.

Karna haus, langsung aja aq keluarkan air mineral tadi, tutupnya yg mamsih disegel langsung ku sobek dan kucari tempat untuk membuang sampah plastik bekas segel botol air mineral itu. Tapi aq lihat di sepanjang lorong bis yang membagi tempat duduk penumpang menjadi dua baris itu tidak satupun tong sampah. Biasanya si ada, tapi kok saat itu belum ada. Sempat terbesit dalam hati untuk membuang segel plastik itu di kolong bangku, tapi niatan itu kalah dengan ketakutanku kalau-kalau tindakan jelekku itu akan menambah efek global warming yg salah satunya akibat sampah plastik yg dibuang sembarangan. Akhirnya, aq bertanya pada crew bis, bisnya ada tong sampahnya ga? Yah, ternyata memang belum dikeluarkan. Kenapa si ga dikeluarkan dari tadi.. Continue reading ‘mulai dari hal kecil dulu’




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.