Setelah 2 malam nginap di tempat kakak di Mataram, aq berangkatke kampoeng halamanku tempat orang tuaku tinggal. Yah, sekitar 12 jam perjalanan yang harus ku tempuh menggunakan bis AKAP (antar kota antar propinsi-red) dan juga masih satu kali menyebrang lautan, selat alas. Sekitar jam 10 bis itu meninggalkan terminal, kakak ke tigaku yg mengantarku sudah pulang duluan karna harus menjemput anak pertamanya Riski di TKIT yang akan pulang jam 11 siang itu. Baru beberapa menit bis meninggalkan terminal, laju bis tersendat-sendat macam lagi puasa saja, kemudian beberapa kali berhenti untuk memperbaiki starter bis. Selanjutnya jalan lagi, juga masih tersendat-sendat, malah tambah parah. Bapak yag duduk satu bangku denganku sudah mulai jengkel dg kondisi itu, karna ia merasa urusannya akan tertunda jika perjalanannya terganggu.
Akhirnya, petugas bis turun dan mengecek keadaan mesin bis, sedangkan Bapak disampingku sudah mengeluarkan HP-nya, dan kudengar pembicaraannya ternyata dia menelpon agen bis tersebut dan melaporkan keadaan serta minta diganti dg bis lainnya. Beberapa saat kemudian, setelah memeriksa mesin bis, kernet bis pun menngumumkan bahwa penumpang akan di oper ke bis lainnya yang akan segera didatangkan, Uffhh, kataku, benar-benar menguji kesabaran. Tiba-tiba kakak ku sms aq dan menanyakan sudah sampai mana. Continue reading ‘lanjut ; 12 jam menuju kampoeng halaman’









Recent Comments