26
Sep
08

lanjut ; 12 jam menuju kampoeng halaman

Setelah 2 malam nginap di tempat kakak di Mataram, aq berangkatke kampoeng halamanku tempat orang tuaku tinggal. Yah, sekitar 12 jam perjalanan yang harus ku tempuh menggunakan bis AKAP (antar kota antar propinsi-red) dan juga masih satu kali menyebrang lautan, selat alas. Sekitar jam 10 bis itu meninggalkan terminal, kakak ke tigaku yg mengantarku sudah pulang duluan karna harus menjemput anak pertamanya Riski di TKIT yang akan pulang jam 11 siang itu. Baru beberapa menit bis meninggalkan terminal, laju bis tersendat-sendat macam lagi puasa saja, kemudian beberapa kali berhenti untuk memperbaiki starter bis. Selanjutnya jalan lagi, juga masih tersendat-sendat, malah tambah parah. Bapak yag duduk satu bangku denganku sudah mulai jengkel dg kondisi itu, karna ia merasa urusannya akan tertunda jika perjalanannya terganggu.

Akhirnya, petugas bis turun dan mengecek keadaan mesin bis, sedangkan Bapak disampingku sudah mengeluarkan HP-nya, dan kudengar pembicaraannya ternyata dia menelpon agen bis tersebut dan melaporkan keadaan serta minta diganti dg bis lainnya. Beberapa saat kemudian, setelah memeriksa mesin bis, kernet bis pun menngumumkan bahwa penumpang akan di oper ke bis lainnya yang akan segera didatangkan, Uffhh, kataku, benar-benar menguji kesabaran. Tiba-tiba kakak ku sms aq dan menanyakan sudah sampai mana.

Kakak-ku : “ang, sudah sampai mana?” (angga ; nama panggilanku di keluarga)

Aku : “ini kak, bisnya mogok baru keluar Bertais, katanya sih ampas kopling bisnya abis jd bisnya ga bisa jalan. Ni masih tunggu bis cadangan bis pengganti”.

Kakak-ku : “Lho, kan bis dunia mas ok punya tuh”. (dunia mas ; nama bis yang kutumpangi)

Lebih kurag demikian sms aq dan kakak-ku. Biasa, aq dan kakak-ku akrab skali, itu yang buat aq selalu kangen sama mereka.

Akhirnya bis cadangan itu pun datang, dan semua penumpang dan barang-barangnya di pindahkan, perjalanan pun dilanjutkan kembali. Lebih kurang satu setegah jam kemudian sampai di pelabuhan untuk penyebarangan ke pulau Sumbawa tempat kota kelahiranku berada. Yang sedikit menegangkan ketika kapal yang aq tumpangi sudah berlayar agak tengah, gelombang sangat besar dan kapal pun bergoyang dengan hebatnya. Biasanya aq mabuk laut, tapi saat itu aq hanya berdiri di sisi pinggir kapal melihat ombak yang menghantam dek kapal. Semakin di tengah semakin besar ombaknya. Saat itu terasa naik kapal ferry seperti naik kapal boat, dan aq ga biasanya seperti itu. Antara takut dan seru, perasaan ku saat itu, takut kalau2 ombak yang besar itu berbahaya pada kapal yang aq tumpangi, dan seru karna kapal ferry serasa kapal boat yang melaju dengan bagian depan sedikit terangkat karna hantaman ombak besar.

Di samping itu, dikapal ada anak laki-laki yang dari tadi liatin aq terus, sebenarnya si dari pertama naik bis, dia duduk tepat di belakang ku. Ga tau kenapa, pikirku seperti orang yg pernah kenal sebelumnya, tapi coba ku ingat2 ga ketemu juga. Sampai akhirnya setelah keluar dari kapal, masuk kota Sumbawa penumpang akan di service makan, kebetulan bertepatan dengan waktu buka puasa. Nah, waktu itu aq beranikan diri untuk menegurnya, terus kenalan naman ya Rolan, ternyata dia adik kelasku waktu di SMA, tapi jaraknya empat taun di bawahku, dia anak semester satu. Emang sih aq pernah ketemu di SMA, tapi jadi banyak cerita ttg keadaan SMA terakhir semenjak aq tinggal kuliah. Kami sempat berserita ttg guru-guru SMA yang pernah mengajar aq dan masih ada sampai zamannya dia. Ternyata banyak guru baru yang tidak kalah hebatnya dengan para pahlawan tanda jasa itu di zaman ku dulu. Bahkan sekarang di SMA ku sekarang sudah menerapakan kelas aksel dan sudah berjalan salama dua taun, Rolan adalah salah satu anak aksel. Dia yang seharusnya lulus taun 2009, malah lulus setaun lebih cepat. Hebat dan bercampur bangga, walaupun sekolah ku yang jauh di kota kecil, saat ini sudah menerapkan system pendidikan maju,Alhamdulilah, bahkan kata Rolan, SMA yang di propinsi pun belum mendapat ijin untuk menerapkan kelas aksel.

Saat itu sekitar pukul 12 malam kurang, kami sampai di terminal kota Bima, disana sudah ada kedua orang tuaku yang menunggu kedatanganku. Seketika bis berhenti, aq pun turun dan mengambil barang-barangku lalu berlari ke mobil ortuku. Dalam mobil ada ummi yang sedang menuggu, ku tanya mana abi?. Terus ummi bilang sudah menuju ke a rah bis. Aduh, mungkin karna ngantuk dan malam hari, jadi abi ga keliatan di kerumunan orang yang menanti penumpang turun. Setelah kuhampiri ke badan bis, eh ternyata abi sedang ngobrol dengan seseorang yang ternyata itu bapaknya Rolan, ternyata abi sudah kenal dengan bapaknya Rolan. Kemudian, kami pulang ke rumah masing-masing. Di mobil ku cium tangan ummi dan abi, dan sesampai di rumah aq melanjutkan istarahat…Alhamdulillah sudah sampai tujuan dengan selamat.

Ahh perjalanan yang melelahkan tetapi seru bagiku, bahkan aq menolak untuk naik pesawat karna ingin menikmai perjalanan dengan bis AKAP. Mungkin bagi sebagian orang, bercerita seperti ini membosankan, tapi itu biasa orang kan beda-beda. Bisa jadi karna mereka tidak memiliki sesuatu yang berharga untuk diceritakan ketika mereka pulang kampung , atau mungkin karna rumah mereka yang dekat dengan tempat kuliah sehingga bisa pulang tiap minggu. Sedangkan aq, ini menjadi cerita tersendiri, karna selain rumah ku yang jauh, aq juga hanya bisa pulang paling aman satu kali setaun, ya pas liburan lebaran gini, jadi pada kesempatan kali ini aq menulisnya sekedar bercerita dan berbagi pengalaman bagi yang belum pernah merasakannya…


2 Responses to “lanjut ; 12 jam menuju kampoeng halaman”


  1. 1 ivanbatara
    September 27, 2008 at 10:14 am

    Salam pada keluarga ya Fachri

  2. April 9, 2009 at 5:42 am

    Pulang Kampoeng.. Bahasa yang indah dan terdengar nyaman di telinga.. Kapan yah bisa seperti Fachri..

    Salam,
    OmpuNdaru

    waaa itu biasa orang awam, masih banyak yang salah dan harus banyak belajar lagi…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Ami and the Night

A suspension of my life story and information. Shake it before use.

re-mark-a-blog

A Remarkable Blog by Justisia Nita

Andik Taufiq

knick knacks of my daily life

Ransel Ijo

iTravel, iLearn, and iLive

ourlivetogether

You and Me, living our life together

Blog English Club

Connect, Learn and Have Fun!

%d bloggers like this: