15
Apr
09

aku terpukul…

Kemarin sore organisasi yang aku pimpin mangadakan rapat rutinnya, setelah sekitar dua minggu vakum karna menghadapi masa ujian tengah semester. Pada saat rapat akan dimulai, aku teringat seseorang yang pernah datang kepadaku dan mangajakku kenalan. Dia menyampaikan keinginannya yang ingin bergabung dengan organisasi yang aku pimpin. Namun sebelumnya, aku pernah di beritau oleh salah seorang anggotaku bahwa ada seorang anak angkatan 2008 yang mau gabung, sehingga aku sudah mengetahui keberadaan anak itu sebelumnya.

Pada saat pertemuan pertama dengannya, aku sudah mempersiapkan berbagai dugaan, dan semuanya terbukti dengan kesan yang tidak sedikitpun meleset seperti apa yang telah digambarkan oleh anggotaku sebelumnya. Pribadi yang cukup baik, kataku.. Dan ini adalah kesanku yang membuatku menjadikan rasa hormatku muncul pada anak itu. Seorang anak yang lebih muda usianya dariku, namun sangat dewasa di mataku.

Hingga pada rapat sore itu, aku mengundangnya untuk ikut dalam rapat sekaligus memperkenalkannya dengan organisasi-ku. Sampai akhirnya dia datang walau sedikit terlambat. Rapat berjalan hingga usai, dan anak itu hanya mengikuti rapat hingga selesai, sampai pada penutup anak itu ku ijinkan untuk memperkenalkan diri. 

Satu hal yang membuatku kaget luar biasa dari perkenalannya. Dia menyampaikan suatu kesan yang sangat kritis dan berani pada organisasi ini, yang bahkan anggotaku sendiri selama ini belum pernah ada yang berkata seperti yang anak itu katakan. Kata-kata itu bukan yang aku harapkan  untuk turut disampaikan pada acara perkenalannya, tapi sebenarnya aku membutuhkannya. Hingga pada waktu rapat usai, aku menghampirinya dan menagih janji padanya ingin ngobrol berdua denganku. Akhirnya kami janjian ketemu di masjid tempat aku biasa sholat. 

Dari pembicaraan dan kritikan yang ia sampaikan pada organisasiku, membuatku menaruh harapan besar kepadanya untuk turut bergabung bersamaku. Namun, setelah ia lebih memperjelas penilaiannya tentang organisasi ku, ia justru menolak untuk bergabung. Penolakkan yang sagat logis dengan pertimbangan yang sangat matang, serta membuatku tidak mengelak sediikitpun. Terpukul… terpukul karna orang yang ku harapkan bergabung bersamaku, justru menolak dengan meninggalkan penilaiannya yang tidak bisa aku pungkiri sedikitpun kebenarannya. Penilaiannya tentang buruknya kondisi organisasi ku semuanya ku benarkan, karna memang demikian keadaannya..

Haaaaah…memang organisasi ku sedang menghadapi masalah yang belum terpecahkan dari dulu. Dia mengatakan organisasi ini tidak serius, terutama pengurus di dalamnya tidak fokus terhadap topik rapat yang sedang di bahas. Yang lain melakukan hal lain di saat ada yang sedang bicara. Ditambah lagi dengan anggota yang menunjukkan ketidakpahamannya dengan organisasi saat aku berikan tugas event dan semua ditunjukkan dengan tidak ada kesiapan dari pelaksana. Dia hanya khawatir, dirinya yang baru mengenal organisasi jika dihadapkan dengan organisasi yang tidak mapan, nantinya hanya akan memberikan pengaruh tak berarti baginya. 

Aku capek. Entah bagaimana lagi cara untuk membuat anggotaku agar menjadi orang yang amanah. Organisasi ini hanya berantakan di mataku seorang, sedang yang lainnya tidak merasa apa-apa. Amanah ku lebih banyak dibanding orang-orang yang sedang aku pimpin. Anak itu memiliki cara pandang sama dengan apa yang aku rasakan. Seketika setelah ia menyelesaikan komentarnya, ia turut memberikan solusi. Sangat bijaksana. Dan aku hanya menyembunyikan kekagumanku pada keseriusan dan professionalitasnya dalam berorganisasi. Seandainya anggotaku seperti anak ini, kataku dalam hati..

Masih terpukul, karna harapanku akan memberpoleh teman yang akan memperjuangkan pembenahan organisasi ku hanya menjadi sekedar harapan. Selanjutnya, aku memberanikan diri untuk mengatakan bahwa aku sangat berharap agar ia bergabung bersamaku, dan bersama membenahi organisasi ini. Dia hanya tersenyum. Aku paham, karna dia harusnya bisa belajar dari aku, tapi organisasi ini dan juga aku telah mengecewakannya. Tidak berhenti disitu aku masih mengajaknya berbicara, dan ini sebagai penutup karna adzan isya sudah selesai dikumandangkan. Sambil berjalan menuju masjid tempat kami sholat magrib tadi, aku menyampaikan agar ia mempertimbangkan dulu keputusannya. Aku benar-benar seorang diri mengurusi organisasi ini.

Aaah sudahlah… ada satu hadits Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam yang aku bersandar padanya agar aku selalu amanah terhadap tanggung jawabku, yang artinya :

Penuhilah amanah kepada orang yang memberimu amanah dan janganlah mengkhianati orang yang mengkhianatimu. (HR. Abu Dawud, dishohihkan Al-Albani)

Ya Allah… hasbunallah wa ni’mal wakiil..


31 Responses to “aku terpukul…”


  1. 1 mangkum
    April 15, 2009 at 1:18 am

    Emang susah mimpin organisasi, apalagi pengurusnya yang sukarela. Susah dibikin serius dan urusah organisasi ini hanya menjadi prioritas ke berapa gitu… (haha… jadi numpan mengeluh nih…)

  2. April 15, 2009 at 3:18 am

    benar bror apa yang di blang mangkum, Eh salam kenal, kunjungan perdana nih😀

  3. April 15, 2009 at 3:55 am

    salam kenal ya buat adik kelasnya🙂

    eh.. salam kenal juga sama yg punya blog😀

  4. April 15, 2009 at 5:05 am

    ya dipukul balik dunk..😆

  5. April 15, 2009 at 5:55 am

    siapa yang pukul bilang mama…biar mama centil dy!!!!!
    hahaha…………
    salam kenal…berkunjung ke blog aku yah…diharap bgt comennya untuk novel aku yang masih bersambung…

    Kenanga

  6. April 15, 2009 at 9:01 am

    pernah ngerasa degenerasi kader?????

    “Dia hanya khawatir, dirinya yang baru mengenal organisasi jika dihadapkan dengan organisasi yang tidak mapan, nantinya hanya akan memberikan pengaruh tak berarti baginya. ”

    hmmm alasan yang baguusss yah ^_^

    No comment ahh
    *bekep mulut sendiri*

    kak hetrik
    klo ali kan bahas bimanya ello klo halimah lomi lah klo shofiyah apa pak????

    *penting ga seh??? he he

    iyah, anak itu memang selektif sekali. Walaupun dengan sikapnya yang mengkritisi organisasi-ku, justru mental seperti itu yang aku sukai sebagai sosok seorang yang organisatoris..

  7. April 15, 2009 at 9:07 am

    yang penting lakukan dengan iklas.

    saya usahakan, makasi

  8. April 15, 2009 at 12:12 pm

    malam……………
    penting kagak penting yang penting abang selalu merasa penting buat persahabatan dengan blue…………penting nggak sih?
    salam hangat selalu

    insya Allah bang blue..

  9. April 15, 2009 at 3:06 pm

    Yang sabar Mas Fachri.. perlu kesabaran untuk menyatukan beberapa isi kepala yang mungkin saja penuh dengan egoisme dan idealisme yang tinggi. Itulah dinamika kelompok.. Belum ketemu aja caranya untuk mewadahi semuanya.. Tapi kalau udah ketemu, pasti akan solid.

    Salam,
    OmpuNdaru

    iya Insya Allah, jazakallah ompundaru…

  10. April 16, 2009 at 12:35 am

    koment an ga dijawab…

    *pulang dengan wajah sedih*

  11. April 16, 2009 at 4:13 am

    Adikku, jangan menyerah
    Di dunia kampus,menjadi single fighter adalah hal yg lumrah
    Saya terbiasa menjalaninya, dan karena keadaan itu saya bisa seperti ini

    Jangan pula kau terpukul oleh seseorang yang hanya pandai mengkritik
    Bukan maksudku kau jangan menghargai masukannya
    Hargai dan jadikan bahan evaluasi
    Tapi orang seperti ini belum tentu dia lebih baik dari kita
    Buktinya datang saja sudah terlambat

    Saya hanya ingin saudara-saudara saya tak mudah terpengaruh
    Oleh begitu banyak kritikan orang2 di luar lingkaran
    Jika mereka memang tulus, maka selayaknya berada di dalam lingkaran

    Saya jadi ingat adik saya yang baru semester dua
    Dia aktif juga🙂

    waaa jazakallah ya bang atas semangatnya.. Insya Allah itu ku tanggapi positif kok..

  12. April 16, 2009 at 7:53 am

    tapi u janji tak akan mukulin blue ya
    salam hangat

    ah bang blue apaan si..?

  13. April 16, 2009 at 10:13 am

    aku terjebak… aku terperangkap … dan aku terpukul.. gitu yach??😀

  14. April 17, 2009 at 1:35 am

    assalamu’alaiku akh fahri memang semua itu butuh proses dan apa yang akh fahri alami ada benarnya. Sekarang yang terpenting bagaimana Akh fahri mengoptimalkan anggota yang ada. Karena sy yakin semuanya memiliki potensi hanya bagaimana cara menumbuhkan potensi, membangkitkan potensi dan memelihara potensi tersebut..

    jazakallah atas motivasinya, jgn lupa doakan ya..

  15. April 17, 2009 at 1:56 am

    Sobatku Fachri….🙂
    Jika diminta untuk memilih orang, saya akan jauh lebih senang memilih orang – orang yang ‘TAKE ACTION’ untuk berjalan bersama saya, untuk berjuang bersama saya, atau paling tidak berada disamping saya.

    Tidaklah berguna sebuah pandangan, sebuah pikiran, sebuah saran, jika kemudian pandangan, pikiran, atau saran tersebut tidak ditindak lanjuti dengan sebuah action yang nyata…
    Mungkin ‘orang yang Fachri harapkan itu’ memang bagus di mata Fachri… dia memiliki pandangan yang positif, dia mememiliki penilaian yang fair, dan dia menyarankan ‘hal ini’ dan ‘hal itu’ untuk Fachri dan Organisasi Fachri lakukan… Itu bagus, akan tetapi dia tidak memiliki KEBERANIAN untuk menindak lanjuti ‘visi’ nya bersama Fachri dan organisasi Fachri…

    Dia hanya khawatir, dirinya yang baru mengenal organisasi jika dihadapkan dengan organisasi yang tidak mapan, nantinya hanya akan memberikan pengaruh tak berarti baginya. Fachri, jika ini benar yang disa sampaikan ke Fachri… Kalau saya, saya tidak tertarik untuk mengharapkan dirinya untuk bergabung.

    Fachri sahabatku, berlian yang berada diantara berlian lainnya… akan tampak biasa saja dan tidak istimewa. Berlian akan tampak sangat berkilau, istimewa, dan luar biasa… jika ia ada diantara batu – batu biasa…

    Fachri… Fachri adalah seorang pemimpin. Dan sahabat – sahabat Fachri yang ada diorganisasi memiliki kepercayaan besar pada Fachri. Dan menjadi seorang pemimpin adalah sebuah anugrah sekaligus tantangan besar… Fachri harus yakin pada diri Fachri… bahwa Organinsasi yang Fachri pimpin bisa menjadi organisasi yang dahsyat… Fachri harus yakin pada diri fachri… Fachri adalah Pemimpin… Fachri adalah orang yang dahsyat… Fachri adalah orang yang memiliki Visi jelas… Fachri adalah yang terbaik…

    Fyuuh… jadi panjang deh…🙂 Salam sukses untuk Fachri aja deh

    jazakumullah khoir mas Rizal, ini bener-bener membakar semangat..mas Rizal keren..

  16. April 17, 2009 at 4:54 am

    mas fachri, saya setuju dengan yang di sampaikan oleh mas rizal…. yang di butuhkan sekarang buat organisasi yang pimpin oleh mas fachri adalah re-orientasi. Set satu atau dua hari untuk penyegaran tentang visi (cara memandang), misi (cara menjalankan) dan tujuan (sasaran akhir). kembali rapatkan barisan di kepengurusan dan evaluasi program yang sekarang sedang berlangsung. coba mas fachri uji dengan analisa SWOT,….. semoga sukses…. !!!

    sip, sedang ku siapkan. Jazakumullah atas masukannya..

  17. April 17, 2009 at 8:57 am

    Assalamu’alaikum,

    Emang organisasi apa sih mas… mbok di kasih tahu aku…

    Wasalam

    wa’alaikumussalam, mas bisa liat di page “about fachri” (jangan lupa kasi comment)

  18. 18 kezedot
    April 17, 2009 at 12:50 pm

    selamat malam sahabat
    semangat semangat ok
    salam hangat selalu

  19. April 18, 2009 at 9:53 am

    ya , di tanya satu.satu lagi kepada kawan2nya itu.mungkin mereka ada yang di sembunyikan.coba silaturahim ke rmhnya masing2 atau bertandang dikosannya. barang kali bisa tau apa yang menjadi peyebab kawan2 seperti itu.Salam kenal ya

  20. April 18, 2009 at 12:15 pm

    pokoknya blue harap malam minggu ini abang selalu mearasa happy ok
    salam hangat dalam dua musimnya blue

    insya Allah bang blue

  21. April 19, 2009 at 5:25 am

    blue keseringan datang tetapi tak pernah mukul kamu kan sahabatku?

    met menikmati minggunya yah
    sala hangat selalu

    iya-iya bang blue, makasih ya..

  22. April 20, 2009 at 3:32 am

    ya mungkin pembelajaran buat kita semua ketika memulai sebuah organisasi sebaiknya mencari yang sepaham, mengerti dan kritis karena ujung-ujungnya buat eksistensi organisasi itu sendiri

    iya, makasih om..

  23. April 21, 2009 at 10:58 pm

    Bagus…. ini bisa jadi tolak balik… untuk berkarya lebih smart dan ikhlas…

    insya Allah

  24. April 22, 2009 at 3:32 am

    Jangan balas memukul..hadapi dengan sabar…

  25. April 22, 2009 at 6:29 am

    datang dalam suasana duka gimana gityu ya sahabat.

    salam hangat dalam persahabatan bersama blue dan kezedot

  26. April 22, 2009 at 11:38 pm

    lebih banyak bersabar yah…

    salam kenal..

  27. April 23, 2009 at 2:02 am

    ^_^ [Ngacungin tangan….]

    Pengen gabung dunks….😀 ^_^

    Eh.. salam kenal. Fachriansah. Nama yang bagus..

    Sekalipun kapal nyaris karam. Tetaplah berada dalam jamaah dan tunaikanlah amanah. Karena berenang sendiri di lautan yang luas hanya mengantar nyawa ditelan gelombang. Tapi jika tetap bersama-sama dan memperbaiki kapal, harapan untuk selamat itu masih ada.

  28. April 25, 2009 at 5:56 am

    bismillah….

    ikhtiar so pasti..!
    tapi Tawakkal pun tak boleh dilupakan…

    eee, ikhlash-nya ktinggalan…so, tiada penyesalan klo ada suatu yang tak tercapai..

    HasbunaLLoh wa ni’mal wakiil….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Ami and the Night

A suspension of my life story and information. Shake it before use.

re-mark-a-blog

A Remarkable Blog by Justisia Nita

Andik Taufiq

knick knacks of my daily life

Ransel Ijo

iTravel, iLearn, and iLive

ourlivetogether

You and Me, living our life together

Blog English Club

Connect, Learn and Have Fun!

%d bloggers like this: