23
Apr
09

jangan lalai…

Memang kesibukan dunia tidak henti-hentinya mengisi setiap waktu yang ada. Pasti ada aja yang ingin dikerjakan, padahal kita tau diantara itu semua ada yg tidak perlu kita kerjakan, hanya saja nafsu kita yang selalu berada di garis depan memimpin segala bentuk kemauan kita. 

Saya baru saja kembali diingatkan oleh sebuah nomor yang rutin hampir setiap hari mengirimkan saya sms tausiyah berisi hadits Nabi, perkataan para shohabat, perkataan para ulama’ dan juga beberapa terjemah ayat-ayat Alqur’an. Namun, kali ini adalah perkataan salah seorang sahabat Nabi, Ali bin Abi Tholib, beliau berkata : 

Jika ingin tau kedudukan kita di sisi Allah, maka lihatlah kesibukan kita. Apakah banyak untuk dunia atau akhirat”.

Kalimatnya sangat singkat, tapi sepenggal kalimat itu langsung bisa memberikan jawaban tentang posisi diri kita di hadapan Rabb Sang Pemilik jiwa ini. Spontan saya sadar dengan sekian banyak kesibukan kuliah ini menerka posisi diri ini di hadapan Allah. Tidakkah kita bersyukur, bahwa kesibukan kita untuk melakukan berbagai hal adalah juga atas ijin dari Allah. Bahkan ibadah terbaik kita yang bisa kita laksanakan dengan sempurna pun juga bisa kita jalankan atas ijin Allah. Bahagianya jika Allah memberikan ijin-Nya kepada kita untuk melaksanakan berbagai kebaikan, yang dari padanya kita bisa menabung banyak pahala yang tidak lain akan kita nikmati pada kehidupan yang abadi kelak.

Betapa banyak, saudara kita yang tidak memanfaatkan waktu dan kesempatan yang Allah berikan untuk menjalankan berbagai kebaikan. Mereka banyak yang melakukan hal-hal yang tidak manfaat atau bahkan hal-hal maksiat yang justru bernilai investasi dosa. Kita semua memang punya potensi untuk berbuat dosa, karna kita adalah manusia, yang oleh Nabi sudah diberitakan sebagai generasi yang banyak berbuat salah. Namun di balik itu, Allah masih memberikan penghargaan kepada manusia yang mereka paling banyak melakukan taubat pada saat mereka melakukan kesalahan.

Kalau saja kita hanya diberi waktu sedikit untuk hidup di dunia ini, sedangkan di dunia ini adalah tempat kita untuk mengadu nasib untuk akhirat kelak, lalu waktu yang sedikit itu kita habiskan untuk berbuat yang tidak bernilai pahala, lantas jaminan apa yang bisa kita dapatkan untuk akhirat kelak. Haaaahh…banyak sekali yang terbuang percuma. Padahal, jika sadar diri, kesibukan dunia ini pun bisa kita jalankan sehingga ia bernilai pahala dan kebaikan…tapi, itulah kita, manusia, yang hanya berpikir dunia ya dunia, akhirat ya akhirat, tanpa bisa mengkombinasikan keduanya untuk sama-sama bisa meraih kabaikan untuk akhirat kelak. 

Sobat, waktu kita selalu terhitung mundur setiap harinya. Indahnya jika Allah senantiasa memberikan kita petunjuk pada kebaikan. Posisi diri kita di hadapan-Nya bisa kita nilai dari kesibukan apa saja yang kita isi di setiap waktu yang Allah berikan selama nafas ini masih berhembus dalam jiwa kita. Masih ada waktu dan tidak ada kata terlambat untuk bisa kembali memperingati diri, setidaknya menata kembali aktivitas, berikan kesempatan yang lebih untuk dekat dengan-Nya, menuntut ilmu agama Allah dalam rangka ibadah kepada-Nya. Sobat..ilmu agama lebih wajib dari semua ilmu tercanggih yang pernah ada di muka bumi ini, jadi jangan pernah lalai dari kesibukan menuntut ilmu agama walau sesibuk apapun kita..


8 Responses to “jangan lalai…”


  1. April 24, 2009 at 12:44 am

    Semoga kita bisa tetap disisi Alloh SWT selamanya…kunjungan balik mas🙂

  2. April 24, 2009 at 3:08 am

    “Jika ingin tau kedudukan kita di sisi Allah, maka lihatlah kesibukan kita. Apakah banyak untuk dunia atau akhirat”

    semoga kita lebih disibukan untuk akhirat ..

  3. April 24, 2009 at 4:45 am

    Duniiiaaa indahhh menipuuuu
    perangkapnya kan meeennnnnjeratmuuuuu

    *aduh capek minum jahe anget dulu ahhh..

    Nb: sophie ga penah minta di link loh tapi ga papa juga seh…^_^

  4. April 24, 2009 at 9:41 am

    hhmmm pengen menjadi orang yang baik dan lebih baik walau terkadang sulit tapi terus mencoba

  5. April 25, 2009 at 6:41 am

    AMIEN…semoga sisa umur kita lebih banyak berada di jalanNya..

  6. April 25, 2009 at 8:42 am

    kebaikan akan selalu dikenang ya mas, jadi berbuatlah baik dan ga akan sia sia.

  7. 7 obaghy
    April 25, 2009 at 11:42 pm

    mudah mudahan kita dijadikan insan yang slalu waspada ya

  8. 8 fauzi
    May 16, 2009 at 4:12 pm

    Hidup itu bukan seberapa banyak waktu yang kita miliki akan tetapi seberapa manfaat waktu yang kita miliki..
    Insyaallah selama hidup kita niatkan Lillahi Ta’ala semua aktifitas bernilai ibadah.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Ami and the Night

A suspension of my life story and information. Shake it before use.

re-mark-a-blog

A Remarkable Blog by Justisia Nita

Andik Taufiq

knick knacks of my daily life

Ransel Ijo

iTravel, iLearn, and iLive

ourlivetogether

You and Me, living our life together

Blog English Club

Connect, Learn and Have Fun!

%d bloggers like this: