04
Dec
15

Hobi baru yang terlupakan

Judul ini mungkin agak aneh, karena umumnya orang akan lupa pada sesuatu yang telah lama, tapi saya berada dalam keadaan yang berbeda, lupa terhadap sesuatu yang baru dimiliki. Iya, kebiasaan baru yang secara tidak sadar menjadi sebuah hobi.

Tidak lama sebelum kepulangan saya ke daerah asal, NTB, saya coba melirik akun instagram yang sudah lama saya buat, tapi sudah lama juga tidak di update, alias nganggur. Akhirnya, saya coba mengunjungi akun-akun IG lainnya, banyak hal menarik disana. Dan ternyata saya jatuh cinta dengan akun beberapa orang yang isinya pemandangan alam Indonesia, khususnya di Jogja. Kelihatannya sangat mempesona, foto-foto itu adalah foto-foto lokasi wisata sekitar Jogja. Terjangkau pastinya, hanya saja saya jarang jalan-jalan. Jadi kepikiran kalo sebelum pulang kampung, kayaknya asik ni jalan-jalan ke lokasi wisata Jogja yang belum dikunjungi. Akhirnya dengan seorang teman saya atur waktu untuk ngetrip ke tempat-tempat wisata itu. Dengan modal kamera hp, saya coba abadikan beberapa gambar landscape untuk saya upload ke akun instagram saya. Lumayan, Samsung Galaxy Grand 2 saya waktu itu sudah cukup mumpuni mengolah warna gambar sehingga gambar terlihat lebih bagus.

Akhirnya, lama-lama jadi suka dengan fotografi. Mulai baca-baca artikel tentang fotografi. Saya juga menambahkan akun para travellernya Jogja yang keren abis foto-fotonya. Ngetrip jadi mulai rutin, mengikuti isu-isu beberapa lokasi wisata yang di-klaim “baru” oleh beberapa traveller waktu itu.

Dan akhirnya, tidak puas dengan kamera hp, saya memberanikan diri untuk membeli kamera canggih DSLR. Dengan sedikit dalih kalo keluarga di rumah juga gak punya kamera, apa salahnya kalo saya yang beli kamera, jadi buat aset keluarga lah😀. Karena sudah punya senjata yg lebih ampuh, dunia fotografi jadi semakin saya lirik. Mulai bergabung dengan akun fotografinya Jogja sampai mengikuti gathering dan hunting bareng para fotografer Jogja. Asik, seru, pastinya dapat penglaman baru. Awalnya yang sekedar jepret objek tanpa perhitungan, sampai akhirnya mulai memperhatikan komposisi cahaya, kecepatan (speed), aparture dan masih banyak komponen dan istilah fotografi yang seketika tidak asing bagi saya.  Masih terbilang anak baru, tapi saya jadi sering maen ke luar. Tidak mesti ke lokasi wisata di luar kota Jogja, jalan-jalan ke sawah dekat kos pun saya lakukan waktu itu.

Nah ini, bener-bener jadi minat yang tidak sadar menjadi hobi baru. Saya memang tidak sadar kalo ternyata ini adalah hobi baru saya. Tidak hanya sekedar suka, tapi saya ternyata dengan tidak sadar menyempatkan waktu rutin untuk hunting foto.

Pulau Lombok, tempat saya tinggal saat ini pastinya memiliki sejuta keindahan alam yang keren abis. Bagaimana tidak, pantainya yang sangat menawan tidak akan habis difoto, belum lagi air terjun dan laguna-nya, sangat mempesona. InsyaAllah kedepannya saya akan posting beberapa cerita tentang keindahan alam di Pulau Lombok, atau bisa cek akun instagram saya @ranggafahrian kalo mau lihat hasil-hasil jepretan saya😀.

Bagi saya, tetap saja lensa tak terkalahkan ciptaan Alloh adalah mata kita sendiri. Ini adalah lensa tercanggih yang tidak bisa tertandingi dengan lensa manapun buatan manusia. Hobi ini semoga saja menjadi jalan untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya, karena percuma kita melihat dan menikmati keindahan alam ini tanpa tau atau lupa siapa penciptanya. Semoga Alloh memberi kita petunjuk agar senantiasa menjadi makluq yang bersyukur, termasuk bersyukur dengan mata kita yang dengannya kita dapat melihat keindahan cipataan Alloh.


33 Responses to “Hobi baru yang terlupakan”


  1. 1 NinaFajriah
    December 4, 2015 at 7:52 am

    Mau dong dipamerin hasil jepretan fotonya🙂

  2. December 4, 2015 at 9:05 am

    Saya punya kakak ipar di Lombok ( daerah Tanjung )
    Sudah kepingin sekali ke sana tetapi entah kapan bisa terwujud
    Ada juga kawan lama saya yang sekarang sedang bisnis mutiara

    Ah, baca soal Lombok jadi ga bisa tidur, sudah pingin menikmati indahnya
    Tetapi entah kapan terwujudnya😦

    • December 4, 2015 at 9:32 am

      Wah ada keluarga di Lombok ternyata, wajib tu berarti maen ke Lombok😀. Daerah Tanjung lumayan jauh dari tempat saya, itu di Lombok Utara, disana banyak air terjun keren. Ayo mbak di tunggu ya ke Lomboknya…

  3. December 4, 2015 at 9:35 am

    Udah aku polow IGnya. Polbek ea kakaaaaa’
    *mendadakalay*

  4. December 4, 2015 at 12:00 pm

    Wah baca tulisan ini, jadi teringat kamera saya yg nganggur beberapa bulan terakhir ini dan juga hutang beberapa tulisan tentang lombok… duh kapan, dicicil ya…

    Eniwei, lombok emang ngga ada habisnya unt dijelajahi Mas, moga bisa kesana lagi ^^

  5. December 4, 2015 at 12:37 pm

    Kayaknya belum sanggup beli dlsr. Pake hape dululah hehe

  6. December 4, 2015 at 5:44 pm

    Di Lomboknya mungkin mas😉 kalau mataram mah pantainya dimana -_-
    Pantai Ampenan mungkin..heheheh

    • December 4, 2015 at 11:56 pm

      haha iya, mksudnya di Pulau Lombok. Kalo saya si melihat dari sisi fotografinya, saya pernah mangambil foto sunset di pantai Ampenan, Loang Balog, Kongok, yg masih masuk wilayah kota, keren bgt kok sunsetnya. Klo yg dilihat warna biru lautnya saja, ya mmg kisaran Lombok Tengah dan Timur yang keren. Kalo dlm dunia fotografi, objek itu gak mesti indah, tp seni. Tumpukan sampah saja bisa ada nilai seninya kalo kita pandai menagtur komposisinya😀

  7. December 4, 2015 at 8:55 pm

    kalau bisa di posting di blog juga dong bang fotonya..salam kenal nggih🙂

  8. December 5, 2015 at 2:08 am

    Kalau Hobi jadi kerjaan😀 hidup jadi varokah bang😉

  9. December 5, 2015 at 2:13 pm

    Lombok, destinasi impian saya.semoga suatu hari bisa kesana. Asyik dong ya tinggal di tanah yang indah.

  10. December 5, 2015 at 3:34 pm

    Jadi inget dulu pernah ke Lombok, bertiga saja bareng temen kantor.

    Mas, sekalian dipajang dong foto-foto landscape kerennya di postingan ini xixixi

    Salam kenal dari Jakarta mas

  11. December 8, 2015 at 10:38 am

    Hihihi selamat ya Mas atas hobi barunya.😀
    Itu kamera harus dipakai terus. Insting foto akan terasah kalo kita terus jeprat jepret. Jangan lupa belajar di internet atau youtube ada banyak mengenai fotografi.🙂

    Kalo saya, kamera DSLR saya udah saya jual. Saya sadar, saya udah jarang memakainya. Dan setiap kali lebaran keluarga besar, saya selalu didapuk jadi fotografer memakai kamera DSLR om saya yang lebih canggih daripada Nikon D5000 yang dulu saya punyai. Lensanya pun lebih bagus. Jadi, saya pikir, saya jual saja.😀

    Dan saya sekarang yakin dan cinta dengan kamera hape saya. Udah cukup bagus untuk pamer di Instagram.😆


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Ami and the Night

A suspension of my life story and information. Shake it before use.

re-mark-a-blog

A Remarkable Blog by Justisia Nita

Andik Taufiq

knick knacks of my daily life

Ransel Ijo

iTravel, iLearn, and iLive

ourlivetogether

You and Me, living our life together

Blog English Club

Connect, Learn and Have Fun!

%d bloggers like this: