05
Dec
15

Bekerja sambil jalan-jalan

Lumayan sibuk dan capek dengan proyek yang sekarang. Proyek Penerapan Teknologi Tepat Guna Pembudidayaan Rumput Laut Hasil Kultur Jaringan ini dijalankan selama tiga bulan, berawal dari Oktober hingga Desember 2015 ini. Lokasinya yang jauh membuat perjalanan lumayan menguras energi. Tapi itulah nafkah yang harus dicari, susah senangnya tetap harus dilalui berharap rezeki yang sudah Allah tetapkan akan turun melalui kegiatan ini.

Membantu masyarakat pesisir dengan penerapan teknologi tepat guna merupakan tujuan dari proyek ini. Tim memberikan contoh terlebih dahulu cara pengelolaannya dengan cara uji coba. Jika berhasil, artinya masyarakat bisa mengelolanya sendiri dengan benar, maka kegiatan ini akan diserahkan kepada masyarakat sepenuhnya.

Proyek ini dijalankan di bawah naungan Dinas Kalutan dan Perikanan Lombok Barat, NTB. Hal yang saya cintai dari kegiatan ini adalah aksinya yang nyata dan langsung untuk kesejahteraan masyarakat khususnya daerah pesisir yang pada umumnya tingkat ekonomi mereka cukup rendah.

Jenis rumput laut yang dibudidaya pada program ini adalah hasil kembang biak kultur jaringan, dimana ukuran dan berat rumput lautnya lebih dari biasanya. Hal ini nantinya diharapkan dapat meningkatkan kualitas yang berbanding lurus dengan kenaikan harga jual dari rumput laut itu sendiri. Berhubung lokasi yang jauh, akses jaringan komunikasi yang sulit dan rendahnya tingkat pendidikan di daerah ini membuat proses yang dilakukan oleh masyarakat pesisir di sini terbatas pada pengolahan tahap awal/dasar saja, artinya rumput laut hanya dibudidaya kemudian dijual setelah dikeringkan. Seandainya mereka mampu memprosesnya lebih jauh, satu atau dua tahap di atasnya, seharusnya mereka bisa mendapat harga yang lebih tinggi. Semoga saja kedepannya masalah ini bisa teratasi.

DSC_1599_resized

Penanaman bibit rumput laut

Lokasi yang terpilih untuk penerapan tekonologi ini ialah di Pantai Nambung, Desa Sepi, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, NTB. Pantainya sangat menawan dengan laut birunya yang mempesona. Lokasi ini terpilih kerena kondisi alamnya yang mendukung, yaitu pantainya yang cukup berombak membantu perkembangan rumput laut, sehingga kualitasnya baik. Foto di atas adalah foto proses penanaman bibit rumput laut dengan metode patok. Proses dilakukan pada saat air surut sehingga memudahkan proses pengikatan barisan rumput laut pada patok yang telah ditancapkan ke dasar laut. Kedalaman lokasi ini pada saat pasang ialah sekitar 4-5 meter. Jadi jika akan dilakukan pengecekan pada saat air pasang, kita harus menyelam. Tidak ada yang perlu di khawatirkan karena jernihnya air Pantai Nambung ini membuat kita betah berlama-lama berada di dalam air😀. Kalo saya sendiri si jarang sekali menyelam. Bukan tidak bisa menyelam, tapi memang karena setiap perlakuan yang diberikan selama program ini dijalankan harus didokumentasikan, jadi gak mungkin menyelam dengan kamera, secara saya tidak punya kamera underwater, alias belum mampu beli😀.

Satu hal yang tidak saya suka, saat pengecekan pada waktu air pasang, kami harus ke tengah dengan sampan. MasyaAllah, goyangan sampan membuat saya tidak tahan, alias mabuk laut. Memang ombaknya cukup besar, tapi karena memang menaiki sampan dan harus berurusan dengan kamera, alat pengukur macam-macam, seperti pengukur salinitas air, pH, kadar oksigen, membuat saya tidak enjoy dan mata fokus kemana-mana. Hampir pada suatu saat, saya mabuk laut parah sampai hampir mau keluar semua isi perut ini. Awalnya nyante sambil ngobrol di sampan, tiba-tiba hening diikuti dengan mengucurnya keringat dingin saya yang menandakan setan mabuk laut sudah merasuki tubuh saya, mendadak pusing, kepala sangat sensitif digerakkan kemanapun. Dan saat itu juga harus sambil jeprat jepret, mengukur ini itu, Subhanallah gak karuan rasanya. Tapi itulah bagian dari perjuangan mencari rezeki, tidak ada manisnya kalo tidak dengan bersusah payah.

Lalu kenapa saya katakan pekerjaan ini sekaligus jalan-jalan? Keindahan Pantai Nambung tidak pernah membosankan dipandang. Pagi, siang, sore dan malamnya memiliki keindahan tersendiri. Sayangnya daerah sekitar Pantai Nambung ini pernah diisukan rawan begal. Ha? iya begal, seperti yang marak diberitakan terjadi di Pulau Jawa umumnya. Sehingga memang jarang ada turis lokal maupun interlokal mancanegara berkunjung ke sini. Tapi jangan khawatir, berita terakhir dari salah seorang warga, ketua gank begalnya sudah ditangkap basah di rumah mertuanya di wilayah Lombok Tengah sana. Ternyata si begal punya keluarga juga. Katanya, mertua si tukang begal ini orang terpandang di desanya sana. Subhanallah, benar barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak akan ada seorang pun yang mampu menghalanginya, begitu juga sebaliknya, barangsiapa yang disesatkan oleh Alloh tidak akan ada seorang pun yang mampu memberinya petunjuk. Semoga Alloh senantiasa memberikan kita hidayah kebaikan. Aamiin.

DSC_1477_resized

Pantai Nambung

DSC_1808_strightened

Pengukuran kadar oksigen di pinggir pantai

Jadi ingat, saking gak tahannya sama jernih airnya, sesaat setelah ngukur macam-macam, saya langsung nyebur dan bersnorkling ria. Alhamdulillah, mabok lautnya suka hilang kalo sudah berenang.


40 Responses to “Bekerja sambil jalan-jalan”


  1. December 5, 2015 at 11:52 pm

    Pekerjaan yang menyenangkan 😊😍

  2. December 6, 2015 at 1:01 am

    Juernih sekali ya pak airnya…..

  3. December 6, 2015 at 5:47 am

    Enak sekali tuh mas bisa jalan-jalan tanpa potongan cuti..hehe..

    * kelebihan kerja gini ada unsur ibadahnya juga ya mas, bisa membantu masyarakat untuk memperbaiki tingkat perekonomiannya…🙂

  4. December 6, 2015 at 6:06 am

    Sebaik2nya pekerjaan, bekerja tapi terasa jalan2. Mantab!

  5. December 6, 2015 at 6:41 am

    Keren banget pekerjaanmu Bang! Semoga kehidupan masyarakat pesisir bisa lebih sejahtera dengan budidaya rumput laut. Kalau hanya mengandalkan mata pencaharian sebagai nelayan, dari baca-baca berita di koran kok sepertinya kurang bisa menghidupi ya?

  6. December 7, 2015 at 2:58 am

    enak banget kerjaanyaaaa… yg penting dinikmati yaa😀

  7. 13 NinaFajriah
    December 7, 2015 at 9:10 am

    Budidaya rumput laut itu sangat menjanjikan sebenarnya ya apabila berhasil

  8. December 8, 2015 at 7:31 am

    Terus kemudian ngiri sama pekerjaannya T__T

  9. December 8, 2015 at 8:43 am

    Wajar kalau dibilang kerja sambil jalan-jalan. Kerjaan nya menyenangkan dan lokasinya pun nga jauh-jauh dari pantai dan laut. Nga bakalan bosan lah yach.

    Mas, aku ganti alamat website yach. Jadi kalau yang kemaren nga bisa masuk ke tempat ku. Ini alamatku yang baru.

  10. December 8, 2015 at 10:36 am

    Masyaallah, pasirnya putiiiiih😀😀😳
    Indah sekaliiii😀
    Semoga pantai Nambung akan selalu indah dan bersih. Sebaiknya jumlah pendatang atau wisatawan dibatasi aja.😆

  11. 23 wyuliandari
    December 9, 2015 at 6:41 am

    Paling enak memang kalau bisa bekerja sambil jalan-jalan. Workholiday😀
    Salam kenal juga. Terimakasih sudah berkunjung ke blog saya.

  12. December 9, 2015 at 7:30 am

    ngomongin begal dulu :’ ironis ya mas, ketua ganknya justru dari keluarga yang terpandang :’ kok banyak ya yang macam kayak gitu :’

    Aaaah, Pantai Nambung :3 biruuuunya epic :3

    • December 15, 2015 at 6:25 am

      Iya mbak, semua diluar kuasa manusia. Klo Alloh belum memberikan hidayah pada seseorang, sebagus apapun keluarga nya tetap tidak akan memberikan pengaruh apapun. Semoga saja nantinya si tukang begal dapat hidayah dan menjadi baik. Aamiin.

      Memang keren pantainya. Ayo ke Lombok😀

  13. December 15, 2015 at 6:14 pm

    Gak kebayang dah, naek sampan ke tengah laut. Naek speedboat aja kadang2 masih serem😀

  14. December 16, 2015 at 1:20 pm

    Assalaamu’alaikum wr.wb, Rangga….

    Menanam rumput air merupakan satu usaha dari pihak pemerintah untuk membantu rakyat bagi meningkatkan hidup dan ekonomi mereka akan datang. Usaha sebegini banyak dilakukan di Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia. Pantai Nambung itu kelihatan indah dan jernih dengan laut yang luas sejauh mata memandang. memang menenangkan setelah lelah bekerja. Semoga usahanya sukses. Aamiin.

    Salam sejahtera dari Sarikei, Sarawak.

    • December 30, 2015 at 3:18 pm

      Wa’alaikumussalam warohmatullah.
      Aamiin, semoga yg di Malaysia juga sukses.
      Ini lautnya memang indah, suasana pantainya asik, betah kalo berlama-lama disini. Kapan-kapan berkunjung kesini😀

  15. December 16, 2015 at 11:53 pm

    Akses transportasi dan komunikasi masih jadi kendala di luar jawa ya.
    Semoga kedepan bisa lebih mudah aksesnya.
    Pekerjaan yang menarik, kerja sambil menikmati keindahan pantai.

  16. January 11, 2016 at 2:17 pm

    Bersih pantai nya, aku waktu itu liat budidaya rumput laut di sumbawa kertasari dan cakep

  17. January 13, 2016 at 8:48 am

    Jadiii? kerjanya blusukan ke tempat-tempat seperti ini? *menatap sirik*

    Eh tapi bener, kalo mabuk laut, mending nyebur sekalian di laut ya hahaha

  18. February 5, 2016 at 2:13 am

    NTB emang surganya pantai ya, jernih banget air lautnya.. saya lihat gambarnya aja udah bisa bayangin gimana kalo snorkeling di sana, seru abiss..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Ami and the Night

A suspension of my life story and information. Shake it before use.

re-mark-a-blog

A Remarkable Blog by Justisia Nita

Andik Taufiq

knick knacks of my daily life

Ransel Ijo

iTravel, iLearn, and iLive

ourlivetogether

You and Me, living our life together

Blog English Club

Connect, Learn and Have Fun!

%d bloggers like this: