Archive for the 'etika dan manajemen' Category

30
Mar
14

menjaga lingkungan itu asik

Berbicara masalah lingkungan memang tidak ada kadaluarsanya. Bagaimana tidak, lingkungan itu kan sangat erat dan dekat hubungannya dengan kita. Orang akan banyak menilai tentang diri kita dilihat dari bagaimana keadaan lingkungan kita. Lingkungan kita bersih dan sehat, maka seperti itulah pencitraan diri kita, kita pun akan dinilai sebagai orang yang bersih dan sehat.

Nah kali ini saya akan berbagi pengalaman mengenai lingkungan dalam rangka mengikuti lomba blog yang diadakan oleh WWF Indonesia bekerjasama dengan BLOGdetik. Semoga ini merupakan bagian yang bisa jadi perhatian semua orang, khususnya di Indonesia yang di beberapa daerah kesadaran akan lingkungannya masih kurang, terutama di kota-kota besar.

Memelihara lingkungan itu gampang-gampang susah, bisa juga tergantung mood. Parlu adanya konsistensi yang tinggi untuk terus memupuk kesadaran memelihara lingkungan. Dimulai dari diri sendiri, itu penting dan justru berat, apalagi sebelumnya kita termasuk orang yang malas menjaga lingkungan. Banyak hal sederhana yang bisa dilakukan untuk menjaga lingkungan, sehingga kita tidak perlu berpikir terlalu jauh melakukan usaha yang berat. Mulai dari lingkungan rumah kita, kebiasaan-kebiasaan harian, semua bisa ditujukan untuk pemeliharaan lingkungan. Saya sendiri termasuk orang yang moody, kadang mau kadang enggak. Tapi ya itu, kesadaran diri yang akan selalu membuat kita konsisten. Continue reading ‘menjaga lingkungan itu asik’

29
Mar
14

Pakai “saya” atau “aku”

Sobat blogger sekalian, saya masih suka bingung neh kalo nulis diblog kesayangan ini. Kata yang saya gunakan untuk menunjuk diri saya sebagai si pemilik blog ini dengan menggunakan kata “saya” atau “aku”. Masih semacam tidak konsisten. Kadang ada rasa ingin kelihatan akrab terus saya pakainya kata “aku”. Dilain waktu pengen terasa lebih ramah dan santun dengan menggunakan kata “saya”. Untuk postingan kali ini saja, saya memilih kata “saya’ untuk menunjuk diri.

Kalo melihat gaya menulis teman-teman blogger, semuanya bervariasi, masing-masing ada gaya penulisannya, ada style nya sendiri-sendiri. Ada yang pakai kaya “aku, saya, gue, ane” . Tapi semoga saja ini kebingungan yang terkahir kalinya. InsyaAllah akan istiqomah dengan kata “saya” di postingan-postingan berikutnya.

24
Mar
14

Gara-gara jarang ke sekolah

Ternyata kegiatan baru disekolah sebagai Guru Pengampu mata pelajaran Science di SMA International Budi Mulia Dua banyak memberikan cerita baru dalam hidupku. Aku yang sekarang jadi suka gesit (padahal sebelumnya tidak) karna kegiatan jadi mendadak padat lantaran aku sambi dengan mengajar bahasa Inggris disalah satu lembaga kursus ternama, plus menjadi pembina asrama bahasa Inggris di Jogja. Fiuh… Akhirnya, jadilah aku sering buru-buru kalo mngerjakan sesuatu, selalu dalam keadaan dikejar-kejar. Bukan mengeluh, hanya bercerita mencoba membiasakan dengan kegiatan baru.

Salah satu ceritanya, pagi ini disekolah, aku datang buru-buru untuk mengampu mapel Science kelas III. Sejak dua minggu yang lalu aku sudah dikabari oleh pihak sekolah tentang jadwal kelas science hari ini. Maklum belum jadi guru tetap, jadi ke sekolah kalo pas ada jadwal mengajar saja. Dua minggu lalu itu adalah jadwal ujian sekolah. Semua anak kelas III mengikuti ujian sekolah. Otomatis aku gak ke sekolah karena kegiatan KBM diliburkan. Baru hari ini dikabarkan kalo KBM reguler mulai aktiv. Continue reading ‘Gara-gara jarang ke sekolah’

16
Dec
10

Apa kata mereka…

Aktivitas menumpuk beberapa hari ini membuat ku kewalahan. Beberapa di antaranya memberikan kesan yg kurang enak. Memang setiap hal punya sisi baik dan buruk. Diri kita sendiri yang akan mampu menentukan dan memilah baik buruk itu. Mungkin aku perlu semangat untuk lebih siap dan bisa menghadapi kegiatan yang lebih banyak dari biasanya. Apalagi yg namanya manusia, memang tempatnya bersalah dan lemah. Pun, dirikita juga yg harus bisa menyiapkan tameng agar bisa terlindung dari kesalahan dan jauh dari kelemahan. Ini semua motivasi buat aku. Sobat blogger semua mohon doa dan dukungannya yaw..

Setelah sekian lama hiatus, ternyata memang banyak hal yg terjadi pada diri ku, dan memang hal-hal itu belum aku share disini. Pengembangan katalis konverter adalah tulisan terakhir ku sesaat sebelum aku hiatus saat itu. Waktu itu aku masih sibuk dengan urusan kampus, membantu beberapa proyek penelitian dosen ku. Tapi saat itu,  diwaktu yg sama aku juga melamar wanita part time job untuk menjadi instruktur bahasa Inggris disalah satu lembaga pendidikan bahasa Inggris di Jogja yg sebelumnya aku sendiri ikut les di lembaga tersebut, dan sempat meraih predikat the best student di kelas ku [bukan promosi lho :)]. Jadi instruktur bahasa Inggris ini bagi ku hanya punya tiga tujuan, biar ga lupa ma bahasa Inggrisnya, bagi-bagi ilmu dan cari duit tambahan :D. Sampe akhirnya saat ini pun aku masih menekuni profesi itu. Happy, banyak teman dan pengalaman. Salah satu pengalamannya, lagi-lagi aku meraih predikat the best, tapi kali ini bukan sebagai student, tp sebagai the best instructor [ini juga bukan promosi :D]. Penuh haru saat itu, senang, riang gembira [stop fachri, terlalu banyak..!] entah setan makhluk apa yg merasuki para member [baca : student] saat itu sehingga kebanyakan dari mereka memilih ku jadi the best instructor of the month. Terimakasih atas kepercayaan kalian. Alhamdulillah, semua berkat petunjuk-Nya. Tapi sob, semua predikat itu tidak menjamin apa-apa. Kita tetap manusia biasa tempatnya bersalah dan lemah. Maha Mulia Allah hanya Dialah yang boleh sombong. Continue reading ‘Apa kata mereka…’

12
Jan
09

demonstrasi bukan jihad

Seiring dengan semakin maraknya gencaran senjata yg memburu warga kaum muslimin Palestina, berbagai ormas di berbagai negara pun ikut menyuarakan penolakan dan pemberontakan mereka terhadap aksi tentara setan zeonis dan salibis di Palestine. Termasuk di dalamnya Indonesia yg merupakan negara berpenduduk muslim terbesar di dunia. Sehingga banyak di lihat aksi para pembela muslim Palestine yang direalisasikan melalui berbagai aksi penolakan, seperti demontrasi, sehingga tidak bisa dibedakan lagi mana aksi kampanye pemilu dan mana aksi pembelaan kaum muslimin Palestine karna semuanya dilakukan dengan cara yg sama, yaitu demonstrasi.

Memang tidak salah lagi bahwa demo-demo itu ialah dimaksudkan sebagai tindak solidaritas kaum muslimin Indonesia terhadap pembantaian massal muslim di Palestine. Namun terkadang aksi solidaritas ini tidak sesuai dengan apa yg mereka suarakan, artinya ada ketidaksesuaian antara niatan baik dengan tuntunan syariat yang ada. Sedangkan dalam aksi demonstrasi itu disuarakan,”jihad..!!jihad…!!” tanpa memahami apa sebenarnya yg dimaksudkan dengan jihad itu sendiri. Jadilah yg berteriak-berteriak itu setelah ia pulang dari aksi demo kembali lagi dengan aktivitasnya di rumah dan lupa dengan penderitaan kaum muslimin di Palestine karna mereka menganggap bahwa aksi demo yg baru saja mereka lakukan itu adalah jihad. Kenapa demikian? karna sekali lagi itulah arti jihad yg mereka sanjung yang notabene akan memeberikan sumbangsih keringanan penderiataan kaum muslimin Palestine. Bagaimana bisa teriakan jihad yg hanya sebatas di ujung lidah dapat meringankan penderiaan kaum muslimin Palestine? Itulah realita, kita terlalu banyak berbicara tapi sedikit bertindak, sedangkan pembicaraan itu belum tentu memberikan hasil apa-apa. Continue reading ‘demonstrasi bukan jihad’

10
Nov
08

lampu sein tradisional

lampuAneh tapi nyata, fenomena orang zaman sekarang. Zaman modern tapi masih pakai cara tradisional. Banyak kita jumpai saat ini para pengendara sepeda motor ketika hendak belok (di cabang, pertigaan atau perempatan) mereka melambaikan tangan mereka ke arah belokan yg mereka kehendaki.

Pengendara motor hendaknya mengetahui fungsi dua lampu berwarna kuning yang mengapit lampu rem di belakang dan lampu bagian depan, ialah lampu sein yang berfungsi memberi tanda si pengendara hendaknya ingin belok kemana. Namun kenyataanya, orang lebih memilih kembali ke zaman dimana belum adanya motor waktu itu. Hal kecil tapi berbahaya jika di langgar. Itu pula penyebab beberapa kecelakaan. Pengendara lain yg ada di belakang terkejut dengan belokan tiba-tiba pengendara di depannya yg hanya melambaikan tangan saat hendak belok, yang menyebabkan orang di belakang hilang kendali. Na’udzubillah min dzalik. Continue reading ‘lampu sein tradisional’




Follow [moriku mantika] on WordPress.com

Kelender

August 2020
S M T W T F S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Blog Stats

  • 35,627 hits

Top Posts

online

Visitors Map

Blogs I Follow

Stop Bugil

a lifestyle blog

baiqrosmala.com

Guratan Kaki

Travel Blog

Ceri(a)ta

Daily Life, Recipe, and Every lil' thing that I Love